Skin Tips

5 Cara Mengecek Skincare Aman atau Tidak

cara mengetahui skincare aman
Written by gloskinbanjarmasin

Bungas Talk | Gloskin Banjarmasin – Berbagai iklan skincare yang menawarkan mampu mencerahkan serta menghaluskan & melembutkan dalam waktu cepat pada kulit wajah dan tubuh demikian menggoda. Sebenarnya skincare memang penting yaitu untuk merawat kulit wajah serta tubuh agar tetap sehat dan mendapatkan asupan nutrisi yang sesuai. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan apakah skincare yang digunakan aman atau tidak.

Bungas Talk adalah webinar yang membahas tentang perawatan kulit.  Acara ini diselenggarakan oleh Female Blogger of Banjarmasin (FBB) bersama Gloskin pada Minggu 14 Maret 2021.  Dr. Elizabeth Kosasih yang akrab disapa dokter Eliz menjadi narasumber acara tersebut.

Yuk Hindari Skincare Berbahaya

Yuk Hindari Skincare Berbahaya adalah tema yang dibahas dan berlangsung selama 60 menit ini sangat luar biasa karena pemaparan dokter Eliz  membuat para peserta yang hadir menjadi paham tentang bagaimana mengecek skincare yang aman atau tidak.

  1. Penggolongan kosmetik

Dokter Eliz pun mengawali pembahasan skincare dengan menjelaskan terkait penggolongan kosmetik. Kosmetik di sini tidak hanya kosmetik riasan tetapi juga kosmetik perawatan kulit.

Jadi skincare sebenarnya termasuk dalam golongan kosmetik berdasarkan penggunaannya yaitu perawatan kulit. Contoh dari skincare yaitu sabun (face/body cleanser), cleansing milk & cream, toner, moisturizer,  day & night cream, sunscreen, sunblock, face/body scrub dan seterusnya.

  1. Legalitas & keamanan produk kosmetik

Badan Pemeriksa Obat & Makananan (BPOM) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI) adalah pihak yang berwenang untuk memeriksa apakah produk – produk obat (termasuk kosmetik) dan makanan sudah terkategori sebagai produk yang aman & halal.

Biasanya produk yang telah lolos uji BPOM & LPPOM MUI akan terdaftar pada daftar produk aman & halal selain itu pada produknya tertera logo kedua lembaga tersebut beserta nomor atau barcode sertifikasi.

  1. Produk aman namun bermasalah pada kulit anda

Jangan terburu-buru menjudge pada produk skincare tertentu apalagi produk tersebut telah resmi terdaftar pada BPOM & LPPOM MUI. Sebab sifat dari produk skincare sendiri sebenarnya ‘individual’.  Cocok pada si A dan B, tapi belum tentu untuk si C dan D.

Jadi, menurut dokter Eliz, sebaiknya konsultasikan dulu  dengan  dokter spesialis kulit apakah produk tersebut cocok untuk Anda.  Bisa juga dengan melakukan patch test dalam jangka waktu 3 hari pada bagian belakang leher atau lipatan siku.  Bila nantinya menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, artinya produk tersebut memang tidak aman atau tidak cocok bagi Anda.

  1. Apakah itu merkuri, hidrokinon, steroid?

Bila Anda membeli produk skincare pastikan produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan berbahaya atau melebihi dosis dari yang dianjurkan.  Dokter Eliz menyampaikan bahwa ada produk-produk skincare yang memang mengandung bahan berbahaya, maka jelas dilarang untuk digunakan.

Merkuri (Hg) adalah salah satunya.  Senyawa ini adalah air raksa yaitu logam yang berbentuk cair, berwarna putih dan mudah menguap pada suhu ruangan. Banyak digunakan pada produk skincare untuk mencerahkan atau memutihkan kulit.  BPOM padahal sudah melarang penggunaannya meski dalam dosis kecil namun masih saja ada produk skincare yang mengandung merkuri dan konsumen pun masih ada juga yang mengunakannya.

Senyawa ini pada jangka pendek akan berdampak iritasi pada kulit, perubahan warna kulit, kulit menipis dan ada noda hitam.  Sedangkan jangka panjang bisa menderita kanker kulit.

Selain itu ada juga produk yang sebenarnya untuk kasus kulit tertentu namun tidak digunakan sebagaimana mestinya.  Maksudnya di sini, penggunaan produk skincare tersebut seharusnya sesuai resep dan anjuran dokter spesialis kulit namun faktanya ternyata malah tidak demikian.  Hal ini jelas akan membawa dampak negatif pada kulit.

Hidrokinon & Steroid adalah senyawa kimia yang disalahgunakan baik oleh produsen nakal & konsumen yang tidak paham akan dampaknya.

Hidrokinon sebenarnya untuk terapi hiperpigmentasi yang dilakukan oleh dokter. Bila disalahgunakan maka efek jangka pendeknya yaitu bisa terjadi iritasi pada kulit, kulit menjadi merah dan ada rasa terbakar.  Efek jangka panjangnya, salah satunya yaitu leukemia.

Steroid biasanya disalahgunakan sebagai whitening cream atau body lotion.  Sebenarnya bila digunakan sesuai indikasi dan dosis yang tepat maka tidak akan bermasalah pada kulit.

  1. Cek ricek skincare

Tips untuk mengecek aman atau tidaknya skincare maka anda cukup memperhatikan 5 hal berikut:

  1. Produk harus memiliki nama atau merk yang jelas.
  2. Perhatikan kemasan produk terkait logo & nomor sertifikasi BPOM, komposisi bahan, cara penggunaan, manfaat produk dan tanggal kedaluwarsa (biasanya berupa tanggal-bulan-tahun produksi & expired dari produk).
  3. Cek pada list BPOM apakah benar terdaftar sebagai produk yang aman. List ini ada pada situs BPOM.
  4. Lakukan patch test selama 3 hari berturut-turut.
  5. Konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk penggunaan produk skincare

Kesimpulan

Penggunaan skincare yang tepat sesuai jenis kulit alangkah baiknya melalui konsultasi dengan dokter ahli kecantikan. Sebagai konsumen selain ingin tampil cantik kita juga harus punya kesadaran untuk menghindari skincare yang berbahaya.

Salam,
Gloskin Banjarmasin

About the author

gloskinbanjarmasin

Leave a Comment